saya mencoba menjahit semua dendam saya
menjadi tubedress
dan membentuk dosa2 saya
menjadi stilleto
serta keangkuhan saya
menjadi liontin di leher saya
yang saya kenakan
ketika saya mendatangi
sakramen kematianmu..
Kamis, 05 Juli 2012
Minggu, 17 Juni 2012
Dan Kamu - Lipat Peta -
Dan Kamu
Yang bisa membuat saya belajar
Belajar bagaimana memaafkan, melepaskan, melupakan, menilai kembali, mengerti
Dan Kamu
Yang bisa membuat saya mengerti
Mengerti bagaimana seharusnya bersikap dan mendongak kembali
Mengerti bagaimana bangun setelah jatuh dan berdiri sekalipun bertumpu pada satu kaki
Dan Kamu alasan saya memilih kembali dan berargumen
Dan Kamu alasan saya menciptakan ruang lagi dan mau mencoba berspekulasi
Dan Kamu alasan saya menimbang dan berbagi
Dan Kamu alasan saya sulit menolak dan sulit berlogika
Dan Kamu alasan saya mau melayani dan mengatakan 'ya' dan 'tidak' tanpa terpaksa
Dan Kamu alasan saya mau menunggu dan meluangkan waktu
Dan Kamu alasan saya berteman dengan perbedaan dan kesabaran
Dan Kamu alasan saya berteman dengan jarak dan waktu
Dan Kamu alasan saya untuk menjadi bagaimana semestinya
Dan Kamu alasan saya menjadikanmu prioritas
Dan Kamu alasan saya mencoba
Dan Kamu alasan saya mau mendengar
Dan Kamu alasan saya mau mendengar
Dan Kamu alasan saya mencoba menciptakan 'KITA' yang lain sekalipun 'KITA' itu belum atau tidak ada
Terima kasih telah memberikan saya alasan untuk semua hal
Maaf jika saya tidak memberikanmu satu alasanpun
Karena tidak ada alasan untuk tidak menjadikanmu alasan
Karena tidak ada alasan untuk tidak menjadikanmu alasan
Dan Kamu adalah orang yang mengatakan
'Tidak perlu merobohkan, buat pintu, dan biarkan yang masuk nantinya yang bantu merobohkan dari dalam'
Sekalipun saya tahu nantinya saya tidak akan pernah menjadi alasan apapun di kehidupanmu...
..Happy Born Day..
Your Newest Friend,
- Lipat Peta - Dee
Sabtu, 09 Juni 2012
Dan Ternyata Saya (Hanya) Mengagumi "KITA" yang Bersubjek Kamu I
Kita
pernah memiliki dunia 'KITA', kita pernah juga memiliki 'KITA', saya pernah
hidup di dalam 'KITA', dan saya pernah menghidupi cerita 'KITA'. Saya masih ingat,
bagaimana kita saling menghormati 'KITA'. Bagaimana selama dua tahun kita
saling beradu, saling bersepakat, saling berjanji, dan saling ada. Sekalipun
kita menjalani ‘KITA’ secara diam-diam dibalik punggung orang tua saya.
Ingatan
saya juga masih basah tentang hari-hari kita selama dua tahun, pagiku, soreku,
dan malamku. Tangan kita tidak pernah saling melepas ketika semua orang mengatakan tidak, kamu tetap memilih saya. Bahkan saya masih ingat
benar malam saat kita bertemu lagi setelah pertemuam terakhir kita setengah
dekade lebih yang lalu. Malam, setelah hujan, kesederhanaan, warung makan
pinggir jalan, celana jeans belel, tawa, cerita masa kecil.
Saya
ingat, bagaimana kamu tiba-tiba lari menyeberang jalan raya hanya karena tahu saya
tidak bisa menyeberang sendiri. Saya juga ingat kamu
tiba-tiba menghilang saat saya di rumahmu, dan kamu kirim SMS: ‘Yank, lewat pintu
samping, ada tangga. Kamu naik ya.’ Instruksi itu menempatkan kita di suasana
sore hari, di atas genting, makan es krim, berdua. Itu yang kamu lakukan karena
kamu tahu saya tidak suka ruangan bising, saya suka es krim, dan saya suka
sekali sore hari. Saya ingat kamu selalu marah ketika saya ingin pulang, dan saya
harus cari ribuan alasan untuk meminta kunci motor saya dan membiarkan saya
pulang.
Kamu satu-satunya alasan saya untuk tetap menggenggam dan berpijak pada 'KITA' saat itu.
Dan
ketika semua berbalik, beginilah keadaannya.
Kita sama-sama sedang belajar. Saya
belajar menjagamu dan kamu belajar mencari kesalahan saya. Tangan saya
hanya dua. Agar dapat erat menjagamu saya butuh bantuan kepercayaan, dan saya
mulai tidak bisa menemukannya di dalam ‘KITA’.
Dan pada akhirnya saya sadar bahwa kita masih
sama-sama kecil, kata 'siapa yang benar' saja masih kita perebutkan.
Kita tidak perlu menyalahkan ‘KITA’, atau waktu, atau
jarak, atau kesibukan, atau hal-hal kecil dan lucu yang bisa menjadi pemicu. Kita
hanya perlu melihat diri kita masing-masing. Saya melihat saya dan kamu melihat
kamu. Mencoba mengerti kesalahan diri sendiri dan bukan mencari merahnya dosa
orang lain. Maaf jika hanya ada dua tahun ‘KITA’. Dan itu jauh lebih baik dibanding
belasan tahun ‘KITA’ di dalam keterpaksaan. Saya, Dee, belajar banyak dari ‘KITA’.
Berpisah itu perlu di saat saling menyalahkan serasa bagai peluru.
Berpisah itu perlu di saat saling menyalahkan serasa bagai peluru.
Saya tidak lupa kamu, dan saya tidak lupa ‘KITA’. Saya hanya
(mencoba) tidak mengingat kita pernah menjanji di dalam ‘KITA’.
Sekalipun seharusnya hari ini kita berpijak di tiga tahun 'KITA'.
Sekalipun seharusnya hari ini kita berpijak di tiga tahun 'KITA'.
![]() |
| Terimakasih untuk (pernah) memilih saya daripada kenyataan ketika itu, dan tangan ini buktinya. |
Jumat, 01 Juni 2012
Rabu, 15 Februari 2012
AKU INGIN - Sapardi Djoko Damono, (1989)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)
Selasa, 14 Februari 2012
REFLECTION
"saat ini saya tidak berteman dengan keada'an
tapi saya masih meyakini
bahwa salah satu penghuni d bilik jantung saya
adalah
detak jantung saya esok"
Reflection- June, 26th 2010
tapi saya masih meyakini
bahwa salah satu penghuni d bilik jantung saya
adalah
detak jantung saya esok"
Reflection- June, 26th 2010
Minggu, 01 Januari 2012
SELAMAT PAGI, PAGI
Selamat pagi, pagi..
bukankah masih ada sisa kotak pagi untuk saya??
sepatu pagi saya juga masih nyaman..
baju dan celana pagi saya masih muat pada tubuh saya..
ransel pagi saya juga masih menyisakan ruang untuk
doa pagi,
brkat pagi,
dan tentu saja pagi-pagi berikutnya..
bukankah masih ada sisa kotak pagi untuk saya??
sepatu pagi saya juga masih nyaman..
baju dan celana pagi saya masih muat pada tubuh saya..
ransel pagi saya juga masih menyisakan ruang untuk
doa pagi,
brkat pagi,
dan tentu saja pagi-pagi berikutnya..
Langganan:
Postingan (Atom)

